Janggut dan Jidat Hangus bukan KTP di Akhirat ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Janggut dan Jidat Hangus bukan KTP di Akhirat

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.
Janggut itu sunnah, tapi tidak menjadi sebab seorang muslim masuk neraka atau masuk surga. Tidak ada sesuatu pun yang dapat menyebabkan seseorang masuk surga, termasuk amal. Hanya Allah.

Rabi-rabi Yahudi modern juga jenggotnya pada sepanjang jalan kenangan.
XD

Jenggot itu sunnah, tapi bukan itu "Kartu Tanda Penduduk" [KTP] di akhirat kelak. KTP di akhirat juga bukan jidat hangus. hangus = gelap.

Q.S. Yunus (10) : 27
“… seakan-akan wajah mereka ditutupi oleh kepingan-kepingan malam yang gelap gulita, mereka itulah penghuni Neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as-Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az-Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as-Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku.” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701)
Makasih Kang Dulur Agus Hilmi atas tambahan referensi ini.



KTP di akhirat kelak


Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman." [Q.S. Al-A'raaf:143]


tapi lihatlah ke bukit itu ⇐ Allah memerintah Musa a.s. mengarahkan dahinya ke bukit

Tatkala Tuhannya menampakkan diri ⇐ bukan Tuhan yang tajalli melainkan Cahaya Tuhan yang ada pada Rahasia manusia [Q.S. Al-Hijr:29] yang tajalli dan terpancar dari dahi Musa a.s.

Kalau benar-benar Allah yang tajalli atau muncul ke dunia, kiamat Kubra-lah: semua kembali ke awal [ahadiyat]: hanya Allah ADA. Karena Nur Ilahi itu dahsyatnya melebihi api neraka. Itu baru Cahaya-Nya, apalagi Pemilik Cahayanya langsung yang muncul.

Itu sebabnya ada dalil lawlaka laa ma khalaqtu 'aflaka,'jika bukan karena engkau yaa Muhammad, niscaya tidak Ku-ciptakan sekalian alam. Artinya, Nur Muhammad itu semacam "lapisan ozon" bagi kehidupan makhluk di semesta raya. [lihat gambar]

Allah memerintahkan Musa melihat bukit, lalu bukit Thursina itu hancur. ⇐ Iqra-lah.



Dalil-dalil Budduhun


Q.S. Al Hadiid (57) : 12
"Pada hari ketika kalian melihat orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya."


Q.S. Al Hadiid (57) : 19
“... bagi mereka pahala dan cahaya mereka…”

Q.S. Al Hadiid (57) : 28
“…dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu.”

Q.S. Al Hadiid (57) 13
"Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : "Tunggulah kami, supaya kami bisa mengambil cahayamu."
Dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah kamu ke belakang, dan carilah sendiri cahaya (untukmu). "Lalu diadakanlah di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya ada siksa."

Q.S. Ali lmraan (3) : 106 - 107
"Pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri dan ada pula yang menjadi hitam muram. 'Ada pun orang-orang yang hitam muram mukanya, (dikatakan kepada mereka) : Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.


Hadist dari Umar bin Khattab, diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhid.

Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda:
Allah mempunyai hamba-hamba yang bukan nabi dan bukan syuhada, tapi para nabi dan syuhada tertarik oleh kedudukan mereka di sisi Allah.

Para sahabat berkata,
"Wahai Rasulullah, siapa mereka dan bagaimana amal mereka? Semoga saja kami bisa mencintai mereka."

Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda,
"Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan karunia dari Allah. Mereka tidak memiliki hubungan nasab dan tidak memiliki harta yang mereka kelola bersama. Demi Allah mereka adalah cahaya dan mereka kelak akan ada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika banyak manusia merasa takut. Mereka tidak bersedih ketika banyak manusia bersedih"

Kemudian Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam membacakan firman Allah:
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Q.S. Yunus :62)

Perhatikan bagian dalil yang saya tandai dengan warna oranye: semuanya mengacu pada waktu di akhirat kelak, bukan di dunia.


Ketakwaan itu barang qadim, mustahil  di dunia ini  dapat dilihat dengan pandangan mata kasar, hanya dengan pandangan ruhani.




KTP AKHIRAT
Janggut dan Jidat Hangus bukan KTP di Akhirat
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2013-05-28T19:51:00+07:00
Janggut dan Jidat Hangus bukan KTP di Akhirat
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki yang menjelaskan sinergi syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat dari kalangan khawwasul khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab at-Tazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

 

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © 2025 Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism.com