Memandang Diri yang Jati ~ Pusaka Madinah

burnzone

AD (728x60)

Memandang Diri yang Jati

"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]

Performa dan tampilan terbaik laman ini pada peramban Microsoft Edge. Khusus pengguna perangkat mobile: Apabila ada artikel yang tampilannya terpotong, silakan baca dalam mode landscape. Apabila masih terpotong, artinya artikel tersebut hanya nyaman dibaca via laptop atau PC.
landscape mode.


Kamu sekalian suka berbicara dengan orang lain saja. Mengapa dengan diri sendiri tidak mau bicara?

Pendapat diri orang lain saja kamu pakai. Pendapat dirimu sendiri tidak kamu percaya?

Kamu sekalian suka memandang wajah orang lain. Wajah kamu sendiri mengapa tidak mau dikenal?

Kamu suka melihat diri-diri yang cantik. Diri kamu sendiri yang sangat cantik dan elok tidak mau kamu melihatnya?


Semua kembali ke diri. Ungkaplah kerahasiaan diri ini.

Diri yang mana?
Jangan bicara saja mengenal diri, tetapi diri yang tiada berdaging--tiada bertulang--tiada ber-ibu--tiada berbapak--tiada mati: hidup tidak dengan nyawa; tidak mau dikenal.


Peringatan keras:
Yang dimaksud diri sejati ini bukan Diri Tuhan.
Keputusan tauhid tetap: tiada makhluk yang bisa setara dengan Tuhan apalagi menjadi Tuhan.
Prinsip hulul dan ittihad itu haram dan sesat!


Dan dari Wabishah bin Ma’bad ra berkata, ‘Aku datang kepada Rasulullah saw., maka beliau bersabda, “Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebaikan?” Aku menjawab, “Benar, wahai Rasulullah.” Lalu beliau bersabda, “Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri. Kebaikan adalah apa yang karenanya jiwa dan hati menjadi tentram. Dan dosa adalah apa yang mengusik jiwa dan meragukan hati, meskipun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.” (Ahmad dan Darimi)




Memandang Diri yang Jati
Adam Troy Effendy
By Pusaka Madinah
Published: 2012-12-13T19:44:00+07:00
Memandang Diri yang Jati
5 411 reviews
Buku ISuS

Buku Ilmu Sedikit untuk Segala²nya

Sudah terbit buku untuk memudahkan Ikhwan/Akhwat memahami kajian tauhid hakiki yang termuat di situs ini secara lebih tersusun dari anak tangga pemahaman Islam yang paling dasar. Ikhwan yang berminat memiliki buku ini dapat menghubungi penerbitnya langsung di www.midaslearning.co.id

  • Untuk mengetahui seluk-beluk buku lebih komprehensif, lengkap dengan uraian per bab dan video garis besar kajian buku, silakan kunjungi landing page rekanan resmi kami di: www.bukutauhidhakiki.com
  • Untuk memesan buku dari rekanan resmi yang terdekat dengan kota Ikhwan/Akhwat, silakan kunjungi tautan ini: "Kami di Kota Anda".
"Sampaikan dariku walau satu ayat." [H.R. Bukhari]
Tags: ,
admin Pusaka Madinah

Pusaka Madinah adalah sebutan untuk ilmu, amal, dan muanayah tauhid hakiki yang menjelaskan sinergi syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat dari kalangan khawwasul khawwas yang disampaikan oleh Mursyid, K.H. Undang bin K.H. Sirad bin K.H. Yahya dengan sanad aly sebagai berikut: (1) Nabi Muhammad Rasulullah Saw., (2) Nabi Khidir a.s., (3) Abdul Aziz ad-Dabarq, (4) Abdul Wahab at-Tazi, (5) Ahmad bin Idris, (6) Muhammad Sanusi, (7) Muhammad Mahdi, dan (8) Muhammad Idris.

 

Barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Insan:29)

Copyright © 2025 Pusaka Madinah| Peta Situs | Designed by Templateism.com